Pertambakan Mandiri, Budidaya Percontohan Tambak Dipasena Hasilkan 2,4 Ton Udang per Petak

forex trading konto Pelan dan pasti, para petambak udang mandiri di Bumi Dipasena Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang bangkit dari keterpurukan. Usaha pertambakan mandiri yang dilakukan para petambak setelah lepas dari bekas perusahaan inti itu kini mulai menampakkan hasilnya.

http://www.tentaclefilms.com/?yutie=come-impostare-una-opzione-binaria-di-trading&657=51 Pada Rabu siang  (13/04), puluhan petambak Dipasena turut menghadiri panen budidaya percontohan yang dilaksanakan di Kampung Bumi Dipasena Mulya. Panen itu menunjukkan per petak areal tambak menghasilkan udang 2,4 ton.  Dari dua petak tambak yang dijadikan percontohan , dengan jumlah penebaran benih 320.000 ekor udang vannamei, total hasil yang dicapai sebesar 4,6 ton dengan size 50 ekor / Kg.

grafici di opzioni digitali Budidaya percontohan ini merupakan hasil kerja sama antara Kemenetrian Kelautan Perikanan , BBPBAP Jepara, P3UW Lampung, dan Kemitraan Bumi Dipa telah membuktikan bahwa tambak – tambak udang di wilayah Bumi Dipasena masih sangat produktif.

http://blog.stylein.se/?vinuk=bin%C3%A4ra-optioner-s%C3%B6ren-larsson&625=50 Proses produksi yang memakan waktu 100 hari ini terlewati dengan baik kaerna sepanjang masa budidaya udang tidak mengalami kendala penyakit seperti  WFD, MYO, atau sejenisnya. Penyakit-penyakit itulah yang selama ini menjadi masalah di kalangan petambak udang di Indonesia.

Supito, perekayasa teknologi budidaya BBPBAP Jepara, mengatakan tambak udang di Bumi Dipasena Lampung  masih sangat potensial dan menjanjikan.

“Petambak hanya memerlukan bimbingan tehnis dan pelatihan tehnologi budidaya terkini sehingga hasil usaha budidaya yang dijalankan bisa lebih maksimal,” katanya

Secara teknis,  kata Supito, dengan penerapan teknologi budidaya udang yang inovatif , kawasan tambak eks-Dipasena dapat berproduksi secara maksimal, ke depan petambak membutuhkan pengawalan dan pendampingan tehnis budidaya agar produksi seperti ini bisa terus berkelanjutan.

Kondisi pertambakan Bumi Dipasena saat ini dikelola secara mandiri oleh masyarakat dengan pola usaha bagi hasil dan gotong royong  yang berbasis ekonomi kerakyatan. Pola usaha yang dirintis oleh Manajemen Kemitraan Bumi Dipasena dan P3UW Lampung  ini bertujuan untuk memperbaiki pola usaha kerjasama  agar peningkatan hasil produksi dapat berjalan sejajar dengan kesejahteraan masyarakat.

http://talkinginthedark.com/introducing-vanilla/2017/01/ Towilun , Direktur Budidaya Kemitraan Bumi Dipasena, mengatakan saat ini seluruh intansi yang ada di Bumi Dipasena sedang berusaha keras untuk mendampingi masyarakat menjalankan pola usaha bagi hasil yang menguntungkan , adil dan transparant.

opzioni digitali online opinioni Pelaksanaan sistem bagi hasil ini, kata Towilun,  dilakukan pada kluster-kluster yang sudah terbentuk di masyarakat.

“Selain lebih menguntungkan dan transparant dari sisi usaha , pelaksanaan sistem di kelompok – kelompok masyarakat ini melahirkan kontrol sosial dan semangat persatuan serta gotong royong yang lebih kuat. Kerja sama seperti ini kami harap dapat terus berkelanjutan, dengan tehnologi dan inovasi yang dimiliki oleh pemerintah kami yakin produksi udang nasional akan terus membaik, kami pun berharap pemerintah dapat juga turut terlibat dalam pelaksanaan pola usaha bagi hasil yang sedang kami jalankan karna terbukti lebih baik dari  pola inti – plasma yang dulu pernah kami jalankan,“ kata Towilun .

Tambak Udang di Bumi dipasena pernah menjadi kawasan tambak udang terbesar di Asia Tenggara. Namun, kemudian terpuruk seiring dengan terjadinya krisis moneter dan konflik antara perusahaan selaku pihak inti dengan para petambak selaku plasma.

Beberapa kali pergantian pemilik perusahaan dan manajemen tidak membuat kawasan pertambakan itu bangkit. Yang terjadi justru para petambak sulit berproduksi dengan maksimal karena tidak didukung oleh infratruktur yang memadai. Kanal-kanal yang tersumbat tetap tersumbat.

Keadaan berubah setelah para petambak berjuang keras menghimpun dana mandiri untuk membeli beberapa alat berat untuk mengeruk kanal-kanal tersebut.

Empat bulan terakhir produksi udang di Bumi Dipasena mulai bangkit , setelah sempat menurun produksinya  pada musim kemarau yang terdampak elnino pada tahun 2015 lalu. Kebangkitan itu tentu saja layak dirasakan hasilnya oleh para petambak dan keluarga mereka yang sudah berjuang dan bekerja keras dengan cucuran keringat dan air mata selama bertahun-tahun.


http://www.teraslampung.com/2016/04/pertambakan-mandiri-budidaya.html?m=1