HUT KE-19, Petambak Dipasena dan CP Prima Berdamai

Tulang Bawang, Villagerspost.com – Ribuan masyarakat Bumi Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, tumpah ruah memenuhi lapangan kampung Bumi Dipasena Sejahtera untuk menghadiri acara ulang tahun Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung) yang ke 19, Sabtu (7/10).

Peringatan hari lahirnya organisasi wadah perjuangan petambak udang bumi dipasena yang dimulai sejak pagi ini nampak berjalan lancar. Acara yang juga dihadiri oleh Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan beberapa pejabat pemerintah daerah Kabupaten Tulang Bawang, diwarnai dengan beberapa rangkaian peristiwa penting bagi sejarah perjuangan para petambak udang di pesisir timur Lampung ini.

Salah satu hal yang menyita perhatian seluruh masyarakat yang hadir adalah penandatangan Perjanjian bersama antara P3UW Lampung dengan PT CP Prima. Setelah sekian tahun bermasalah karena sistem kemitraan inti-plasma yang berakhir dengan pemutusan hubungan kerjasama antar kedua belah pihak, Sabtu siang ini P3UW lampung yang diwakili oleh ketuanya, Nafian Faiz dan CP Prima yang diwakili oleh direktur utamanya Arman Diaz sepakat untuk berdamai, mengakhiri perselisihan yang terjadi.

Penandatanganan ksepakatan damai antara pihak petambak Dipasena dengan PT CP Prima (dok. villagerspost.com/arie suharso)

Perjanjian bersama yang mewarnai peringatan hari lahirnya wadah perjuangan petambak ini, menyepakati beberapa hal diantaranya :

1. Kesepakatan Lunas Utang dan Piutang kedua belah pihak dan segala hal yang berkaitan dengan masalah utang piutang ini dinyatakan selesai.

2. Sertifikat seluruh petambak khususnya anggota P3UW Lampung akan diberikan kepada petambak secara bertahap dalam 4 tahun dan akan berusaha di percepat. Proses penyerahan sertifikat ini akan bekerjasama dengan pemerintah kampung setempat untuk pengurusan surat keterangan dan sejenisnya.

3. Pengelolaan sarana pendukung budidaya seperti: kanal, dam, tandon, dan lainnya secara formal/legal/sah menurut hukum diserahkan kepada petambak untuk pergunakan sebagaimana mestinya secara bersama-sama, dengan mekanisme yang telah disepakati.

4. Pengelolaan fasilitas umum dan sosial seperti medical, perkantoran, dan lainnya secara formal/legal/ sah menurut hukum diserahkan kepada petambak untuk pergunakan sebagaimana mestinya secara bersama-sama dengan mekanisme yang telah disepakati.

5. Pihak CP Prima grup diperbolehkan kembali menggunakan sarana akses transportasi air maupun darat.

6. Pihak CP Prima diperbolehkan menjual sarana produksi tambak, seperti pakan udang, benur, dan lainnya didalam areal bumi dipasena melalui koperasi milik Petambak dengan mekanisme pasar bebas.

7. Pihak CP Prima diperbolehkan untuk mengelola sarana unit tambak miliknya yang ada di areal pertambakan.

Ribuan petambak Bumi Dipasena antusias menyaksikan acara peringatan hari ulang tahun ke-19 Bumi Dipasena (dok. villagerspost.com/arie suharso)

Usai menyaksikan penandatanganan perjanjian bersama antar kedua belah pihak, Ketua P3UW Nafian Faiz menyampaikan, hari ulang tahun P3UW yang ke-19 ini adalah momentum baru bagi dunia perikanan dalam hal kerjasama dengan basis ekonomi kerakyatan. “Dengan pola ekonomi kerakyatan yang hari ini dijalankan di bumi dipasena rakyat telah menempatkan dirinya sebagai puncak kontrol dari mekanisme pasar bebas yang hari ini berlangsung di seluruh Bumi Dipasena,” ujar Nafian.

Acara yang juga diwarnai dengan penyerahan serfitikat secara simbolis dari pihak perusahaan kepada 16 orang petambak berjalan dengan aman dan tertib. Ribuan petambak yang hadir berharap perjanjian bersama yang disepakati ini mampu memberikan warna yang lebih baik untuk iklim usaha masyarakat dibumi dipasena dan meningkatkan kesejahteraan para petambak.

Laporan/Foto: Arie Suharso, Petambak Dipasena, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com


Sumber: http://villagerspost.com/photovideo/hut-ke-19-petambak-dipasena-dan-cp-prima-berdamai/